Puisi sebagai Ruang Rehat Digital dan Ranah Introspeksi Diri Wawancara Bersama Winda Cahyati, Penulis Antologi Puisi “Perjalanan Menuju-Mu”
Di era digital yang semuanya bergerak serba cepat, generasi muda atau Gen ZĀ kerap dihadapkan pada derasnya arus informasi yang tak tersaring. Fenomena ini sering kali memicu beban pikiran, overthinking, hingga kelelahan mental. Di tengah riuhnya teknologi tersebut, seni sastra, khususnya puisi, menjadi relevan kembali. Puisi bukan hanya sekadar media estetika, melainkan sebagai ruang kontemplasi serta wahana jeda dari dunia virtual.
Seragam Sekolah
[caption id="attachment_35369" align="aligncenter" width="300"] Ilustrasi Puisi (Sumber: pinterest.com)[/caption] Aku memandang tumpukan kain pada kotak cokelat Ada...
Puisi-Puisi Oleh Vanny Damay Yanti Agustin
Lebaran Hari yang tenangĀ Kedamaian datang menghampiri Tumbuhan pun enggan bergerak Semua, menunduk sujud pada-Nya Kegembiraan datang dengan sorak...
Rasa yang Terlalu Dalam
Engkau datang tanpa memberi salam
Pamit juga tanpa sebuah pemberitahuan
Mempermainkan perasaanku dengan begitu kejam
Menjadikan kehidupanku hanya sebuah permainan
Gagak Pemakan Apel
LPPM Kreativa - Alkisah, manusia belajar menyembunyikan dosa ke dalam tanah lewat dua ekor gagak. Anak manusia yang sigap...
Teruslah Hidup, di Masa Ini ataupun Nanti
Semenjak bertemu denganmu, doaku kini bertambah satu. Sebuah nama yang kuharap jadi penutup, dari sempurnanya kehidupan di masa ini. ...
