Advertisement Section

Press Release Dialog Dekanat dan Mahasiswa FBSB UNY 2025

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Budaya (BEM FBSB) menyelenggarakan kegiatan Forum Kolaborasi Aspirasi dan Rekomendasi sebagai wadah penyampaian aspirasi mahasiswa kepada pihak dekanat. Acara berlangsung pada Senin, 27 Oktober 2025, pukul 08.00 WIB, bertempat di Ruang Cine Club, Gedung Ki Ageng Suryomentaram, Fakultas Bahasa dan Seni Budaya (FBSB). Forum ini dipandu oleh seorang moderator dan dihadiri oleh dekan beserta jajaran dekanat, perwakilan dari seluruh Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta terbuka untuk seluruh mahasiswa FBSB. Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh panitia, kemudian dilanjutkan dengan sesi penyampaian aspirasi dan diskusi terbuka antara perwakilan HIMA dan jajaran dekanat. 

Dibalik Pintu Kelenteng Gondomanan

Di tengah kesibukan Jalan Brigjen Katamso, berdiri sebuah bangunan yang memancarkan ketenangan. Atap tersusun dengan ornamen naga, warna merah dan kuning yang tak lekang oleh waktu, serta aroma hio yang mengepul lembut. Inilah Klenteng Fuk Ling Miau, atau yang akrab disapa masyarakat Jogja sebagai Klenteng Gondomanan. Bukan hanya sekadar tempat ibadah, klenteng ini juga adalah saksi bisu perjalanan panjang harmoni antarbudaya di tanah Mataram.

Reviu Film Budi Pekerti

Film Budi Pekerti ini merupakan film yang mengangkat tema moralitas dalam dunia digital dan cyberbullying yang berlatar saat kondisi pandemi COVID-19. Kesehatan mental juga menjadi bagian yang diangkat di dalamnya. Film ini memberikan gambaran bagaimana seseorang dapat dengan mudah melakukan penilaian sepihak hanya dengan sebuah potongan video yang sedang viral. Hal ini selaras dengan zaman sekarang yang telah memasuki digitalisasi sehingga perkembangan teknologi dapat berkembang dengan pesat, semua orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi maupun berita secara mudah dan cepat.

“Tarot” .Feast: Introspeksi Diri Di Tengah Gelombang Ketidakpastian

Sebagai sebuah karya seni, “Tarot” karya .Feast hadir dengan lirik yang cenderung berbentuk metafora serta narasi yang kaya akan simbol. Tema tarot yang digunakan, secara historis berkaitan erat dengan ramalan, refleksi diri, dan pemahaman mengenai perjalanan hidup. Hal ini menjadi dasar solid yang membuat lagu ini relevan dengan keadaan psikologis banyak orang saat ini. Kita berada di zaman di mana informasi berlimpah tetapi sering hilang kejelasannya. Masa depan terasa tidak jelas dan berbagai pilihan hidup seperti karier, hubungan, hingga konsep diri-seringkali menyebabkan perasaan cemas.