17 Selamanya: Terjebak dalam Keabadian

Menguak kisah unik di balik kemerdekaan.  Berlatar kehidupan remaja SMA dengan latar tempat Yogyakarta yang dibungkus dalam kisah misteri masa lalu tentang kemerdekaan Indonesia. Dikutip dari Kompas.com serial “17 Selamanya” merupakan serial pertama yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Produser terkenal yang kerap menggarap film-film layar lebar. Serial yang berjumlah 7 episode ini, dibintangi oleh aktor Indonesia Rizky Nazar dan Syifa Hadju.

Cerita tantang ilmu kebal, kekuatan gaib, ajian-ajian bukan lagi hal yang asing di telinga masyarakat Indonesia. Web series “17 Selamanya” berusaha mengajak para penonton untuk kembali menengok sejarah kelam Indonesia dengan dibumbui kisah legendaris tentang ajian keabadian. Akan tetapi, bagaimana jika keberadaannya diangkat kedalam sebuah series yang mengulik kisah cinta remaja?

Pada episode pertama menceritakan tentang kisah tokoh bernama Dawai yang diperankan oleh Syifa Hadju, seorang gadis berusia 17 tahun yang menyimpan rahasia besar sehingga mengharuskannya hidup nomaden untuk memperbarui identitasnya. Bersama sang adik yang kini telah berusia lanjut, menjadikannya saksi perjuangan ,Dawai, sang kakak . Di sekolah barunya, Dawai kerap menjadi target bullying dari teman-teman kelas, khususnya oleh Cindy (Steffi Zamora). Dawai sering pula menjadi sorotan lantaran ada satu hal yang tidak biasa dari gadis tersebut. Sebuah teka-teki yang mengundang rasa penasaran Cindy.

Namun, siapa sangka misi Dawai untuk mencari misteri masa lalunya malah menjadi runyam kala dipertemukan dengan Putra (Risky Nazar) yang diam-diam menaruh hati padanya. Cindy yang notabene mencintai Putra tidak terima dengan kehadiran murid baru yang berani merebut cintanya. Hal ini membuat gadis itu berani berbuat nekat. Suatu ketika, Cindy tidak sengaja mendorong Dawai hingga terbentur dan berdarah, tapi keesokan harinya luka itu nyaris menghilang seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Melihat hal itu, Cindy semakin yakin jika Dawai adalah seorang penyihir.  Isu yang menyebar ini kemudian sampai di telinga Putra.

Keraguan Putra yang awalnya menganggap isu tersebut hanyalah akal-akalan Cindy terjawab kala dia menyaksikannya sendiri. Ia menyaksikan luka-luka di tubuh Dawai lenyap setelah dihantam kecelakaan maut bersamanya. Dari sinilah, Putra semakin gencar mendekati Dawai. Pada akhirnya, Dawai yang didukung sang adik, Sri, menceritakan tentang siapa dirinya dan apa tujuannya. Dawai juga menceritakan jika Iras adalah kekasihnya di masa lalu.

Kisah semakin seru ketika Dawai dan Putra diikutsertakan menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti Olimpiade sejarah. Di situlah kisah antara Dawai dan Putra menjadi perhatian. Dua sejoli itu semakin akrab apalagi saat menelusuri rumah-rumah atau bangunan bersejarah juga seorang veteran di Yogyakarta. Beberapa tempat telah dikunjungi, tapi tak jua berbuah hasil. Dawai semakin frustrasi karena tujuannya bukan sekadar untuk ajang kompetisi melainkan menemukan titik terang masa lalunya. Di sisi lain, Cindy dibantu Bobby berniat mengungkap siapa Dawai dengan bantuan seorang romo yang ternyata juga mengincar Dawai.

Baca Juga: Industri Film Indonesia Terpapar Corona

Di pertengahan episode, penonton dibuat terbuai dengan ketegangan dan keseruan yang disuguhkan, yang tentunya makin menambah rasa penasaran penonton. Ternyata orang yang selama ini dicari Dawai berada didekatnya. Orang itu tak lain adalah kakeknya dari kekasihnya. Pada adegan selanjutnya, disuguhkan scene terbongkarnya rahasia dibalik abadinya sang dara yang ternyata meminum “air mata Roro Jonggrang” akibat ulah Selamet. Setelah terungkap bagaimana cara mengembalikan Dawai agar kembali pada kodratnya, Putra pun menolak dengan keras dan mengancam akan meminum “air mata Roro Jonggrang” tersebut daripada harus melihat kekasihnya menjadi tua. Perjuangan Dawai dan Sri selama 50 tahun akhirnya terjawab sudah.

Mendekati bagian akhir cerita, sang tokoh utama menghilang entah ke mana. Kehadiran Cindy kian disorot ketika menjalin kedekatan dengan Putra, meskipun hubungannya dengan Dawai telah membaik. Akan tetapi, hal ini tidak sedikit pun mengubah rasa cintanya pada Putra. Apakah hal itu juga berlaku untuk Putra? Tentu saja tidak. Cintanya pada Dawai teramat besar hingga tak seorang mampu menggantikan. Series “17 Selamanya” ditutup dengan bersatunya kembali Dawai dan Putra. Mereka menjadi sepasang kekasih bahagia yang kini tinggal di daerah ibu kota baru Indonesia tahun 2024, yaitu “Ibu kota Nusantara.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous post Bahasa Kedua ASEAN: Indonesia atau Melayu?
Next post Sajak untuk Kartini