Advertisement Section

Biarkan Lautan Bicara: Mahasiswi PSR UNY Rilis Novel Debut “Bicarakan Padaku Tentang Lautan, Mon Amie”

Yogyakarta — Hana Hanifah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Yogyakarta semester lima, merilis novel debutnya berjudul “Bicarakan Padaku Tentang Lautan, Mon Amie”. Karya yang penulis singkat sebagai Garvio ini mengkombinasikan elemen bajak laut, politik, dan romansa untuk mengeksplorasi kisah cinta manusia mulai dari pengorbanan hingga harapan.

Hana mengawali minat menulis sejak kelas 6 SD, terinspirasi dari buku-buku populer seperti “Diary of The Wimpy Kid” dan “Dork Diaries” dan mulai aktif menulis cerita di platform Wattpad saat SMP. Produksi karyanya meningkat signifikan selama masa pandemi. Dalam dua tahun ia menghasilkan satu webtoon, satu novel, dan beberapa cerita pendek. Selain kuliah di seni rupa, Hana aktif juga dalam teater dan karya sastra.

Ide Garvio lahir dari sebuah penampilan teater di kampus pada Oktober 2024, saat Hana dan rekannya tampil tanpa naskah dengan kostum bertema bajak laut. Penampilan tersebut terus berkembang menjadi cerita lengkap yang ditulis antara November 2024 hingga Januari 2025. Tokoh utama Garnet dan Viona merupakan reinterpretasi mitologi Artemis-Orion dengan penokohan yang mengambil inspirasi dari orang-orang di sekitar penulis.

Baca juga: Strategi Manajemen Waktu Mahasiswa Kupat-kupat (kuliah rapat), In This Hectic Era?

 

Garvio menampilkan paradoks antara kebebasan dan aturan: bajak laut sebagai simbol pembangkang yang terikat oleh struktur politik. Melalui konflik dan perjalanan tokoh, Hana mengajukan gagasan bahwa cinta dapat berwujud dalam berbagai cara, tidak selalu dikemas dalam romantis manis, tetapi juga dalam bentuk pengorbanan, pengabdian, dan refleksi diri.

Sebagai mahasiswa, Hana menulis sambil menyeimbangkan kewajiban akademik. Ia mengumpulkan konsep dan storyline di sela kegiatan kuliah, lalu menyelesaikannya saat waktu luang. Tantangan terbesarnya adalah writer’s block. Hana mengatasinya dengan merekam monolog video tentang ide-idenya dan menonton ulang rekaman tersebut untuk meresapi kembali gagasan yang tersimpan.

Awalnya Hana tidak berniat menerbitkan secara fisik, namun setelah mengirim naskah ke sebuah penerbit yang membuka seleksi pada Februari 2025, Garvio diterima pada Juli 2025. Proses editorial dan layout berjalan lancar. Penerbit mengakomodasi keinginan Hana untuk menyertakan ilustrasi dan materi promosi yang ia buat sendiri. Hana menggambarkan pengalaman memegang bukunya sebagai momen bangga sekaligus penuh refleksi.

Baca juga: 7 Tips Persiapan PKKMB untuk Mahasiswa Baru

Novel ini ditujukan untuk pembaca dewasa awal (sekitar 18 tahun) karena memuat romansa, adegan kekerasan, dan unsur sugestif. Dalam tiga kata penulis menggambarkan karyanya: Cinta, Pengorbanan, Harapan. Hana juga mengungkapkan telah menyelesaikan draf pertama buku kedua yang berkisah tentang latar masa lalu Garnet, dan berencana mengeksplorasi genre science fiction serta historical fiction.

Respon keluarga, teman, dan dosen sangat mendukung, dimulai dari membeli buku, membantu promosi, dan berdiskusi tentang isi cerita. Kepada mahasiswa yang ingin menerbitkan karya, Hana memberi pesan singkat: “Do it. Just do it.” Ia menekankan bahwa karya pertama tidak harus sempurna, justru keberanian untuk memulai adalah bagian penting dari proses kreatif.

Baca juga: Buletin Aksara Edisi 3: Jogja Merawat Ingatan – Dari Buku Hingga Dolanan

Informasi mengenai pre-order dan update promosi buku “Bicarakan Padaku Tentang Lautan, Mon Amie” tersedia di Instagram penerbit @penerbitceritakata dan akun penulis @borntobehanso.

 

Penulis: Zhalwa Alya Monica

Editor: Naura Zalfa Nadia Putri

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Strategi Manajemen Waktu Mahasiswa Kupat-kupat (kuliah rapat), In This Hectic Era?