
PKKMB FBSB UNY 2025: Mewujudkan Adaptasi Inklusif bagi Mahasiswa Baru
Memasuki tahun ajaran baru, selalu ada rangkaian program pengenalan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru sebagai gerbang utama memasuki kehidupan perkuliahan. Salah satu program tersebut adalah Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), sebuah agenda wajib yang bertujuan untuk membantu mahasiswa baru dalam beradaptasi dengan lingkungan akademik, sosial, dan budaya kampus. Di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), PKKMB menjadi momentum penting untuk mengembangkan karakter dan rasa solidaritas antarmahasiswa dari berbagai latar belakang.
Tak terkecuali di Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB), PKKMB menjadi wadah untuk memperkenalkan sistem perkuliahan dan fasilitas kampus, sekaligus sebagai tempat diperkenalkannya nilai-nilai budaya dan semangat gotong royong yang mendominasi fakultas ini. Melalui rangkaian acara yang disusun secara kreatif dan edukatif, PKKMB FBSB memberikan pengalaman pertama yang berharga bagi mahasiswa baru sebelum memasuki kehidupan kuliah yang sebenarnya.
Tahun ini, PKKMB FBSB UNY akan kembali diselenggarakan. Untuk menelusuri lebih lanjut terkait hal tersebut, penulis melakukan wawancara langsung dengan Candra Lintang Zebadiah (Pendidikan Bahasa Perancis, 2023) selaku Koordinator PKKMB FBSB UNY 2025.
Bintang mengatakan bahwa tujuan utama dilaksanakannya PKKMB adalah untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan sistem perkuliahan dan kehidupan kampus. PKKMB memperkenalkan kekayaan bahasa, seni, dan budaya sebagai ciri khas FBSB serta mendorong partisipasi aktif dalam berbagai, baik akademik maupun nonakademik yang relevan dengan bidang studi masing-masing mahasiswa. PKKMB juga menanamkan kreativitas, toleransi antarsesama, kolaborasi, dan solidaritas antarmahasiswa.
Baca Juga: Pembina Kreativa: Para Pendidik, Berkisahlah, dan Goreskan Kenangan Indah
Selain memuat banyak tujuan positif, PKKMB FBSB senantiasa mengedepankan kesejahteraan mental dan fisik mahasiswa. Bintang berpendapat, PKKMB sudah seharusnya menjadi ajang penyambutan yang hangat, suportif, dan membangun. Hal ini karena mahasiswa baru pastinya sudah menghadapi banyak kesulitan dalam fase transisi dari bangku sekolah ke perkuliahan. Maka, penting untuk menciptakan lingkungan yang ramah, inklusif, dan aman untuk mereka.
Proses persiapan PKKMB ini pun menghadapi banyak tantangan. Salah satunya terkait koordinasi antarpanitia dengan pihak fakultas.
“Ya, tentu ada. Salah satunya adalah terkait dengan koordinasi antarpanitia dan pihak fakultas baik dari segi jadwal, karakter, maupun ekspektasi yang dibebankan. Saya pribadi menghadapinya dengan konsisten melakukan komunikasi yang aktif, baik dengan sesama panitia maupun dengan pihak fakultas supaya semua pihak merasa dilibatkan dalam persiapan kegiatan ini dan segala informasi yang ada bisa tersampaikan dengan baik. Saya juga belajar untuk tetap tenang dan fleksibel dalam menghadapi perubahan atau kendala yang muncul mendadak,” terang Bintang.
Baca Juga: SEMARAK 61 TAHUN UNY: SEMANGAT DAN ANTUSIASME DALAM “SEPEDA GEMBIRA”
Maka dengan banyaknya tantangan yang dihadapi, harapannya PKKMB tahun ini atau pada masa mendatang dapat terus menjadi pengalaman yang positif bagi mahasiswa baru.
“Harapan saya, PKKMB tahun ini hingga di masa mendatang dapat terus menjadi pengalaman yang positif, berkesan, dan bermakna bagi mahasiswa baru FBSB UNY. Saya ingin agar PKKMB tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tapi juga menjadi titik awal mahasiswa untuk merasa diterima, dihargai, serta dapat menjadi wadah yang mampu menanamkan semangat kolaborasi, toleransi, dan kreativitas yang khas dari FBSB. Agar nantinya mahasiswa baru bisa tumbuh menjadi pribadi yang memiliki dampak baik di lingkungannya, terutama di lingkungan kampus,” ungkap Bintang.
Penulis: Ratu Ghea
Editor: Yusnia Nanda Aulia


