Titik Koma

Melupa, merela hingga menjelma tanpa rupa

Melepas rindu tak bertuan dalam bilik kamar

Mengoyak sekian rasa yang mampu kita ciptakan

Hingga luka tak lagi menjadi lara

 

Semenjana rasa hingga reda

Kala gelisah tak berkisah

Suatu kali lagi kita bersua

Bersama dalam deratan aksara

tak terjeda

 

Kita punya cerita pada dinding keraguan

Pada ranumnya mangga kala senja

Hanya bertanya, mungkinkah tau?

Kita usai pada aksara dengan titik koma

Renjana tanpa asa kita berdua

Baca juga: Sajak Untuk Kartini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous post Menelisik Arti Perbedaan
Next post Dhorothea dalam Puisi “Tembang di atas Perahu”