
Titik Koma
Melupa, merela hingga menjelma tanpa rupa
Melepas rindu tak bertuan dalam bilik kamar
Mengoyak sekian rasa yang mampu kita ciptakan
Hingga luka tak lagi menjadi lara
Semenjana rasa hingga reda
Kala gelisah tak berkisah
Suatu kali lagi kita bersua
Bersama dalam deratan aksara
tak terjeda
Kita punya cerita pada dinding keraguan
Pada ranumnya mangga kala senja
Hanya bertanya, mungkinkah tau?
Kita usai pada aksara dengan titik koma
Renjana tanpa asa kita berdua
Baca juga: Sajak Untuk Kartini
More Stories
Simpang Empat Palbapang
LPPM Kreativa - Malam itu, bulan purnama bersinar terang di langit kota, memancarkan cahaya peraknya yang menembus celah-celah dedaunan....
Gagak Pemakan Apel
LPPM Kreativa - Alkisah, manusia belajar menyembunyikan dosa ke dalam tanah lewat dua ekor gagak. Anak manusia yang sigap...
The Shark Caller: Menyelami Luka dan Pengampunan di Laut Papua
Novel The Shark Caller karya Zillah Bethell merupakan kisah yang penuh makna tentang persahabatan, kehilangan, dan keberanian untuk memaafkan. Cerita ini mengambil latar di Papua Nugini, tempat yang masih sangat dekat dengan alam dan tradisi. Bethell membawa pembaca menyelami kehidupan seorang gadis muda bernama Blue Wing, yang hidup di desa nelayan kecil di tepi laut. Di sana, laut bukan hanya tempat mencari ikan, tapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan, kepercayaan, dan cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun. Melalui kisah Blue Wing, pembaca diajak mengenal dunia yang sederhana namun penuh nilai kehidupan tentang bagaimana manusia berhubungan dengan alam, dengan sesamanya, dan dengan perasaannya sendiri. Blue Wing tinggal bersama seorang pria tua bernama Siringen. Ia adalah seorang shark caller atau pemanggil hiu, seseorang yang dipercaya memiliki kemampuan khusus untuk berkomunikasi dengan hiu. Tradisi ini sudah ada sejak lama di desanya dan dianggap sebagai warisan yang sakral. Blue Wing bermimpi bisa menjadi shark caller seperti Siringen, bukan karena ia ingin terkenal atau dihormati, tetapi karena ia memiliki alasan pribadi. Ia ingin memanggil hiu yang telah membunuh kedua orang tuanya. Dalam pikirannya, dengan memanggil hiu itu dan membunuhnya, ia bisa membalas dendam dan menenangkan hatinya yang terluka. Namun, perjalanan yang ia jalani justru membawa Blue Wing pada pelajaran yang jauh lebih besar daripada sekadar balas dendam.
Seragam Sekolah
[caption id="attachment_35369" align="aligncenter" width="300"] Ilustrasi Puisi (Sumber: pinterest.com)[/caption] Aku memandang tumpukan kain pada kotak cokelat Ada...
Nara dan Langkah Kecilnya
Kadang, yang terlihat nyata hanyalah mimpi, dan yang kita pegang erat justru perlahan memudar. Meski rindu sering kali membelenggu, ada saatnya kita harus merelakan dan melangkah maju. Mungkin perpisahan tidak berarti akhir, tapi awal dari perjalanan baru—untuk kita dan mereka yang telah pergi.
Rasa yang Terlalu Dalam
Engkau datang tanpa memberi salam
Pamit juga tanpa sebuah pemberitahuan
Mempermainkan perasaanku dengan begitu kejam
Menjadikan kehidupanku hanya sebuah permainan


