Advertisement Section

Diskriminasi terhadap Perempuan Harus Dihilangkan !

Perempuan sering dianggap sebelah mata dan merasakaan ketidakadilan, dengan selalu di diskriminasi. Pemikiran atau stereotipe bahwa perempuan adalah makhluk lemah terus diagungkan oleh masyarakat. Seiring berkembangnya teknologi, pemikiran tidak akan memudar, tetapi stereotipe tentang perempuan belum hilang. Saat ini, hal tersebut sudah mulai terbuka, namun hal tersebut belum sepenuhnya menuju kata keadilan

Kesetaraan gender adalah salah satu hal yang rumit yang belum dituntaskan. Beberapa peraturan tentang larangannya diskriminasi antar gender, suku, ras, kelompok, dan agama ditegakkan selama bertahun-tahun. Akan tetapi faktanya, diskriminasi masih tetap ada. Peraturan-peraturan itu belum terlaksana dengan utuh dan masih ada batasan. Kaum perempuan masih terus berjuang demi keadilan yang masih sama di negara ini.

Media harta kali menampilkan sisi negatif perempuan, hal itu membentuk pemikiran terhadap perempuan.Salah satunya program televisi sinetron atau drama yang kerap kali menonjolkan peran yang suka menggosip, pelakor, matre atau penggila perempuan, dan wanita penggoda. Media hanya menampilkan sudut pandang buruk dari sisi perempuan dan untuk menutupi laki-laki dengan hal yang baik .Dalam keseluruhan, justru laki-laki sering digambarkan sebagai orang yang cuek atau menjadi korban dari godaan perempuan.

Diskriminasi di masyarakat perempuan masih terus berkembang. Seperti halnya dalam keluarga. Semua tugas rumah diserahkan kepada perempuan sehingga perempuan memiliki peran rangkap. Laki-laki kadang salah mentafsirkan mengenai hal itu, seperti istri harus tunduk pada suami yang mengakibatkan suami kadang malah memperbudak istri. Tak jarang memunculkan KDRT dalam rumah tangga. KDRT terjadi bukan hanya salah pihak istri, tetapi keegoisan suami yang menganggap dirinya memiliki kedudukan tinggi dalm suatu rumah tangga. Apalagi dengan minimnya komunikasi atau kesepakatan keduanya, maka akan menjadikan suasana menjadi lebih buruk.

Di era pandemi saat ini peran perempuan dalam rumah tangga semakin bertumpuk. Di mana sekolah anak-anak dialihkan secara berani. Menjadikan peran orang tua sangat.Tugas ibu/istri/perempuan bertambah, belum lagi apabila pekerjaan yang pandemi. Alhasil istri juga harus membantu mencari tambahan nafkah, guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA: Emansipasi dan Standar Perempuan di Masyarakat 

Pemikiran tidak perlu sekolah hingga tinggi adalah pemikiran yang salah.. Perempuan perlu memiliki cita-cita dan mencapai setinggi-tingginya meskipun ketika sudah berkeluarga, perempuan akan dinafkahi. Pada zaman ini, masa emansipasi yang dimana perempuan memiliki hak yang sama untuk melakukan hal-hal yang ia inginkan. Jika perempuan memiliki ilmu yang tinggi, mereka tidak akan mudah direndahkan dan dibohongi. Mereka akan lebih memiliki harga diri yang tinggi. Ketika berkeluarga, perempuan tidak perlu menggantungkan hidupnya secara penuh kepada laki-laki dalam hal finansial. Perempuan yang memiliki akhlak yang baik akan menghilangkan stigma buruk tentang perempuan yang terus melekat di masyarakat.

Terdapat istilah bahwa sekolah pertama seorang anak adalah ibu. Meskipun peran seorang laki-laki atau bapak juga penting dalam hal pendidikan, tetapi batin yang dimiliki anak akan lebih dekat dengan seorang ibu.Itu adalah hukum alam yang tidak bisa dihindari ataupun dibantah. Untuk itu perempuan dengan pendidikan tinggi agar bisa mendidik anak. Mendidik anak agar pintar butuh cara mendidik yang cerdas pula, agar anak pintar dibutuhkan peran orang tua yang tidak sertamerta dibebankan pada anak.

Dalam kodrat sesungguhnya, manusia mahkluk sosial yang saling membutuhkan. kadang-kadang timbul, mengapa mengapa masih samar, perempuan hanya bisa dimanfaatkan tanpa dihargai. Mereka menganggap perempuan lemah, namun beberapa pekerjaan yang tidak bisa dilakukan laki-laki membutuhkan peran perempuan, seperti mendidik anak.

Standar umum yang tinggi untuk seorang perempuan. Dengan berbagai kriteria yang ada, kesempurnaan fisik yang tidak dapat dipercaya menyebabkan perempuan sulit untuk menemukan keadilan. Selain itu, membuat perempuan akan terus ditindas karena hanya akan melihat cover diri saja tanpa peduli dengan isi mereka. Dengan kecerdasan kita akan benar dan salah atau bagaimana cara mengetahui dengan benar. Maka perlu untuk semua perempuan mencintai diri sendiri dan menerima apa yang ada di dalam diri kita agar kita bisa terus bangkit. Perempuan akan peka terhadap lingkungan sosial dengan menunjukkan perilaku positif dengan begitu akan mematahkan stigma buruk pada diri perempuan.

Ilustrator: Natasya Vira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Teruntuk Kamu yang Belum Lolos SNMPTN
Next post ADHD: Si Kecil Aktif dan Kreatif