Si Tipis yang Tidak Lekang oleh Waktu

Kertas benda langka yang ada di kehidupan manusia. Di setiap rumah, setiap jalan, setiap gedung, setiap toko, pastilah akan mudah kita temui wujudnya. Terutama di kawasan yang memiliki intensitas penggunaan kertas dalam jumlah banyak, seperti sekolah, kantor, dan tempat percetakan. Penggunanya juga tidak dibatasi usia, siapa pun masyarakatnya, baik muda maupun tua, pasti bisa, dan sudah dipastikan akan memanfaatkan kertas. Kepopuleran kertas tidak lekang oleh waktu, meskipun zaman sudah semakin modern. Hal ini seolah-akan membuktikan bahwa keberadaan menjadi pelengkap yang mengiringi kegiatan manusia. Kegiatan tersebut dapat mencakup berbagai sektor, seperti pendidikan, seni dan budaya, pariwisata, serta ekonomi.

Kertas dianggap sebagai penemuan sederhana manusia yang memiliki manfaat luar biasa bagi peradaban dunia. Penemuan kertas merupakan sebuah kemajuan dalam dunia tulis-menulis. Berkat hadirnya kertas, peradaban dunia dapat direkam dengan baik hingga saat ini, contohnya naskah Nusantara yang menyajikan kondisi masyarakat terdahulu. Pada awalnya sebelum kertas, orang-orang terdahulu menggunakan lauh dari lempung yang dibakar, batu, atau kulit hewan yang sama dengan media tulis-menulis. Secara garis besar mereka memanfaatkan benda-benda yang disediakan alam untuk menjadi media tulis-menulis pada masa itu, contohnya dari batu, kayu, bambu, kulit atau tulang binatang yang diukir, sutra, bahkan daun lontar yang dirangkai.Bukti ini dapat ditemukan dalam prasasti batu pada peradaban bangsa Sumeria dan prasasti-prasasti kerajaan di Nusantara beberapa abad terakhir. Kemudian, diketahui pula bahwa pada zaman peradaban Mesir Kuno, manusia mulai menciptakan media tulis-menulis yang berasal dari papirus, yaitu sebuah tanaman alang-alang papirus yang tumbuh subur di sepanjang Sungai Nil, Mesir. Nama papirus juga menjadi cikal bakal disebutnya kata’ paper’ yang dalam bahasa Indonesia berarti kertas. Pembuatan media tulis-menulis dari papirus membutuhkan waktu yang cukup lama, khususnya pada proses pengeringan lembaran daun papirus yang sudah ditumpuk dan dipipihkan. Proses ini berlangsung selama satu minggu sebelum dapat digunakan.Pada masa itu pula media tulis-menulis dari papirus mampu menyebar hingga ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan juga ke seluruh Eropa.

Baca selengkapnya: Tiga Langkah Jitu Menulis Karangan NonfiksiĀ 

Dilaporkan dari detik.com yang mengutip buku Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan karya Muhajir Affandi, kertas yang kita kenal pada saat ini adalah kertas yang dibuat oleh bangsa China pada tahun 105 M. Tepatnya pada era kekuasaan Kaisar Ho-Ti dari Dinasti Han. Tokoh yang ada di balik penemuan kertas adalah Ts’ai Lun, pegawai negeri di pengadilan kerajaan China. Proses pembuatan kertas yang Ts’ai Lun memiliki kesamaan dengan proses pembuatan kertas pada masa kini. Ts’ai Lun membuat kertas dari kulit pohon, sisa-sisa rami, kain-kain, dan jaring ikan. Bahan utama yang dipilihnya adalah kulit kayu murbei. Pertama, bagian dalam kayu yang direndam di air dan dipukul-pukul hingga seratnya lepas.Lalu, bahan rami, kain bekas, dan jala ikan direndam pula bersama kulit kayu tersebut. Setelah menjadi bubur, bahan ini ditekan hingga tipis dan dijemur. Kemudian, jadilah kertas yang kita kenal sekarang. Dengan ini, Ts’ai Lun dari Tiongkok dinobatkan sebagai penemu kertas yang penemuannya berpengaruh bagi dunia, bahkan masih populer hingga saat ini.

Pada masa sekarang, kertas tidak hanya difungsikan sebagai media tulis-menulis, tetapi lebih dari itu. Misalnya, 1) Sebagai alat untuk menyebarkan informasi bentuk cetak yang hadir dalam wujud brosur, koran, buku, dan majalah; 2) Sebagai media menggambar dan melukis; 3) Sebagai kantong belanja yang hadir dalam bentuk paperbag; 4) Sebagai alat transaksi yang hadir dalam wujud uang kertas; 5) Sebagai media untuk membuat kerajinan tangan, seperti kertas lipat atau origami atau art paper ; 6) Sebagai pembersih yang hadir dalam bentuk tisu; dan 7) Sebagai dokumentasi peristiwa yang hadir dalam bentuk sertifikat, ijazah, dan surat perjanjian.Sebetulnya masih banyak lagi fungsi dari kertas yang secara langsung telah memberikan manfaat bagi kehidupan kita sehari-hari.

Pada zaman dahulu, jenis kertas tidak memiliki banyak variasi motif, maupun bentuk. Akan tetapi, pada masa kini, kertas memiliki banyak variasi, contohnya HVS, kertas manila, kertas kuarto, book paper , art atau matt paper, art carton , karton BW, jasmine , concorde , kertas linen jepang, kertas buffalo, NCR, kertas padalarang , sticker cromo, sticker vinyl , kertas kalkir, kertas kado, kertas duplex (coated) , kertas ivory , kertas cWb atau duplex putih, kertas samson, dan kertas corugated (gelombang).Jenis-jenis kertas ini memiliki peminatnya masing-masing dan digunakan berdasarkan kebutuhan penggunanya. Sebab, masing-masing jenis kertas memiliki keunikan, permukaannya licin, halus, bergelombang, tekstur, maupun berdimensi tipis hingga tebal.

Beragamnya fungsi dan variasi jenis kertas tentunya memberikan kemudahan bagi masyarakat dan menjadi opsi pilihan yang tepat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing. Bahkan faktanya kertas dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan jenis bahan lainnya, contohnya plastik. Karena, kertas memiliki sifat yang mudah terurai sehingga disarankan untuk digunakan sebagai bahan baku pengemasan makanan. Selain itu, kertas juga dapat didaur ulang menjadi jenis kertas yang baru, contohnya kertas karton. Namun, kertas juga memiliki kekurangan, baik dari segi fisik maupun pemanfaatannya. Dari segi fisik, kertas mudah untuk robek, terbakar, dan tidak tahan kelembapan sehingga dalam penggunaannya harus berhati-hati.Lalu, dari segi pemanfaatannya, apabila kertas digunakan secara masif atau berlebihan juga akan berpengaruh pada lingkungan, tepatnya deforestasi hutan karena bahan baku yang dibuat dari pohon dan kontribusi terhadap deforestasi yang merupakan masalah utama lingkungan lainnya. Inilah yang perlu menjadi perhatian bersama bahwa segala sesuatu yang baik akan berdampak buruk jika dinilai berlebihan.

Kertas menjadi benda yang turut berperan penting dalam setiap kegiatan manusia di berbagai sektor. Sebuah wujud penemuan sederhana yang memberikan manfaat bagi peradaban dunia. Semakin majunya peradaban, kertas juga mengalami perkembangan dari segi variasi jenis yang masing-masing memiliki peminatnya. Kertas memiliki kelebihan, yaitu ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Meskipun terbilang ramah lingkungan, penggunaan kertas secara massal dapat memberikan dampak negatif, misalnya deforestasi hutan karena bahan baku kertas berasal dari kayu. Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang sudah bijak harus mengupayakan penggunaan kertas secara efisien dan memanfaatkannya sebaik mungkin agar keseimbangan alam tetap terjaga

Ilustrator: Afifah Azzahra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous post Si Pawang Hujan pada Event MotoGP Mandalika?
Next post Berproses Seperti Messi: Si Kutu dengan Jiwa Singa