
Tentang Luka
Mungkin aku memang pembenci
Kehidupan pencipta lara
Saling berdebat sengit
Mencari jawab siapa yang paling suci
Malah berlagak pilon
Entahlah aku tidak tahu
Siapa sosok suci sesungguhnya
Aku atau kamu
Semua kemungkinan berkecamuk di benak
Bukankah ini remeh
Sejak kapan kita saling menyalahkan
Kalau ingin pergi ucapkan, “Jangan menggila!”
Jangan pura-pura tersakiti
Aku lelah
Kalau akhirnya berpisah
Untuk apa masih dipertahankan?
Berawal dari peluk berakhir dengan pelik
Harus bahagia atau bersedih pada keadaan
Hanya kecewa yang tertinggal
Baca juga: Kala Senja Mengutuk Semesta
Ilustrator: Afifah Azzahra
More Stories
Seragam Sekolah
[caption id="attachment_35369" align="aligncenter" width="300"] Ilustrasi Puisi (Sumber: pinterest.com)[/caption] Aku memandang tumpukan kain pada kotak cokelat Ada...
Puisi-Puisi Oleh Vanny Damay Yanti Agustin
Lebaran Hari yang tenangĀ Kedamaian datang menghampiri Tumbuhan pun enggan bergerak Semua, menunduk sujud pada-Nya Kegembiraan datang dengan sorak...
Rasa yang Terlalu Dalam
Engkau datang tanpa memberi salam
Pamit juga tanpa sebuah pemberitahuan
Mempermainkan perasaanku dengan begitu kejam
Menjadikan kehidupanku hanya sebuah permainan
Gagak Pemakan Apel
LPPM Kreativa - Alkisah, manusia belajar menyembunyikan dosa ke dalam tanah lewat dua ekor gagak. Anak manusia yang sigap...
Merah Si Pemarah
Pada harinya aku tiba Kusaksikan langit malam memerah Merah, bukan karena senja kembali ke peraduan Merah, bukan karena mentari pamit...
Kala Renjana di Ujung Titik
Rinainya bergabung bersama siluet kala senja Dunia yang fana Ia berlari menujuku kala ia menemukanku Aku terdiam Banyak tempat yang...


